jump to navigation

Malam Tahun Baru 2008 M Januari 3, 2008

Posted by shasha in Curhat.
3 comments

Malam tahun baru pada ngapain? pasti banyak yang menghabiskan waktu bersama keluarga, teman atau malah turun ke jalan menyaksikan pesta kembang api, dan banyak lagi keramaian di luar sana…

Tapi, malam taun baru kemaren hatiku bener-bener gelisah, tak lepas hati berbisik penuh harap dan cemas… ada apa? ah.., aku sedang menunggu kedatangan pujaan hatiku… orang yang kucintai lebih dari diriku… ya.. siapa lagi kalau bukan suami tercinta…

Suamiku memang tidak berjanji untuk menghabiskan malam taun baru bersamaku, namun berjanji akan berusaha pulang untuk menemuiku…, dan aku percaya suamiku akan berusaha keras untuk memenuhi janjinya… namun, sungguh ragu sempat merayap di sisi hati… sore itu kutelpon no HP suamiku… tak ada jawaban… berkali-kali malah… aku berusaha berpikir positif. Selepas magrib, kembali ku telpon.. akh.. akhirnya ada jawaban di sebrang sana… “halo..halo…” aneh sekali pikirku, tak pernah suamiku menjawab telpon dengan kata seperti itu, urung kujawab suara itu. “ibu…ummi…” suara di sana masih saja berusa memanggil-manggil… akhirnya walau ragu kujawab juga “ya..” ” Bapak Joko tadi sore jam 5 udah pulang, mungkin buru-buru makanya HPnya ketinggalan, bla..bla..bla…” panjang lebar suara disana menjelaskan dan akhirnya menyapu bersih semua ragu yang mulai tadi sore merayapi hatiku… dan berganti rasa senang dan kangen yang mulai berharap menemukan muaranya…

Mulailah aku merapikan kamar, berdandan, dan lain-lain… menyambut kedatangan cintaku… waktu terus merayap dan tetap setia menemaniku dalam penantian…, hatiku terus berdebar membayangkan saat-saat pertemuan nanti…

Jam 9 malam… hatiku makin tak karuan…, akh… sebentar lagi pangeranku datang… pikirku. Jam 9.30 , hemm… belum datang, paling sudah dekat…, sebentar lagi… sayang, HPnya ketinggalan… Jam 10.00, hatiku mulai was-was dan diliputi rasa kuatir…, segera kudirikan sholat isya (awalnya aku sengaja menunggunya, berharap bisa menjadi makmumnya..) ku adukan segala kecemasan dan rasa kuatirku pada-Nya, berharap mendapat sedikit ketenangan, tak lepas bibirku berdoa mengharapkan keselamatan kekasihku…

Jam 10.30, tak kuhiraukan suruhan ibuku untuk makan agar tak masuk angin…, awalnya aku memang merasa lapar, namun aku sengaja ingin makan bersamanya sehingga kutunda dulu jam makan malamku, namun kini aku benar-benar merasa kenyang dan tak punya nafsu makan lagi… pikiranku dipenuhi dengan dirinya…

Jam 11.00, sudah beberapa kali aku menitikkan air mata, sungguh aku benar-benar mengkhawatirkan keselamatan dirinya… tanpa kutau harus berbuat apa…, selain berbisik penuh harap pada Zat Yang Menguasai Segala Sesuatu… sempat kucoba mengghubungi teman di Balikpapan, yang katanya mengantarnya ke pelabuhan penyebrangan, tapi… jaringan error, akhirnya ku kirim sms itupun beberapa kali pending.., walaupun dibalas, tetap saja belum bisa sedikitpun membuatku lega…

Jam 11.30…, aku berbaring di sofa ruang tamu, mengurai seluruh rasa yang berkecamuk dihatiku, Ibu datang menemani dan mengajakku ngobrol, tapi entah aku tak begitu mendengar, karna seluruh pikiran sedang ada di tempat lain… Ibu berdiri menatap keluar melalui jendela depan, ketika mendengar suara mobil di jalanan, awalnya aku tak peduli…, Ibu terus mengomentari mobil yang ada di depan jalan, yang katanya mogok dan harus didorong oleh beberapa orang…, akhirnya aku bangkit dan ikut melihat ke jalanan… diantara keremangan aku melihat diantara orang-orang disana ada sosok yang begitu memenuhi pikiranku, langsung saja kubuka pintu dengan syukur yang sangat dan berharap sosok yang kulihat di sebrang jalan memang cintaku…

Alhamdulillah… Segala puji bagi-Mu Allah… Akhirnya, dapat juga kudekap tubuh orang yang selama ini kurindukan…

Akhirnya dapat juga kulalui detik-detik pergantian tahun bersamanya… “Selamat Tahun Baru, istriku…” katanya lembut sambil mengecup pipiku…