jump to navigation

Buat Para Ikhwan “Lajang” Februari 20, 2008

Posted by shasha in Curhat.
trackback

Buat Para Ikhwan yang sudah “pantas” menikah tapi belum berani untuk melamar kami…

Wahai Para Ikhwan…

Hal apakah yang membuat kalian belum datang untuk menjemput kami mengarungi samudra pernikahan yang penuh keberkahan..?

Takutkah tak bisa memberi materi yang melimpah?

Takutkah tak bisa memberi rumah mewah?

Takutkah tak bisa memberi kendaraan nyaman?

Takutkah tak bisa memberi perhiasan berkilau?

Takut… takut… takut…????

Kami tak mencari pangeran tampan dengan harta melimpah!

Kami hanya mencari seorang hamba Allah yang membekali dirinya dengan iman walau belum utuh…

Kami hanya mencari seorang hamba Allah yang bersedia memuliakan istri dan keluarganya…

Kami hanya ingin mencari seorang hamba Allah yang bersedia menemani kami dalam suka dan duka, mengingatkan kami, kala khilaf menyapa… kembali meluruskan langkah saat mulai salah arah…

Kami hanya ingin mencari seorang hamba Allah yang bersedia  mendidik dan menjaga jundi-jundi kecil menjadi manusia perkasa yang penuh iman didadanya…

Ataukah kalian belum juga datang karna melihat kami yang masih penuh kekurangan, kelemahan, dan  tidak sesuai dengan kriteria “ideal” kalian?

Tidak kalian ingin memjadikan kami sebagai ladang amal yang berbuah pahala? mendidik dan mengajar kami untuk menjadi “sempurna” bukankah merupakah kebanggaan tersendiri buat kalian?  yang pastinya lebih mulia disisi Allah?

Ataukah kalian ragu, karna takut kami menapik uluran tangan kalian, atau menunggu kami yang datang memohon pada kalian untuk mempersunting kami?

Oh, sungguh terlalu…!!! Sebagian dari kami mungkin belum bisa semulia bunda Khadijah, makanya janganlah kalian berharap kami yang datang, biarlah kami beri kalian kesempatan untuk menunjukkan bahwa kalian bukanlah pengecut yang takut akan sebuah penolakan..

Datanglah…, hilangkan ragu di hati kalian… kami siap menerima apa adanya diri kalian, asalkan kalian pun bersedia menerima apa adanya kami…, kemudian bersama kita belajar untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik…

Komentar»

1. jepun - Februari 24, 2008

hee….
Bener nich pernyataan diatas mewakili seluruh akhwat yang ada di dunia? ;-) )
klo gitu …….

2. Samsurijal - Februari 25, 2008

Insya Allah…
Tapi saya punya kriteria..
Akankah dirimu seperti yang saya inginkan?

Kriteria http://samsurijal.blogspot.com/2008/01/tujuh-syair-mencari-pasangan-sejati.html

3. shasha - Februari 26, 2008

@ Jepun :
Memang tidak semua wanita di dunia berpikir demikian, namun Insya Allah, akhwat sholehah lebih memilih ketakwaan seorang laki-laki dibanding ketampanan fisik dan harta yang melimpah… So…

@ Samsurijal
Saya sudah baca kriteria Rijal, kalau yang seperti itu saya sepakat, memang itulah kreteria yang seharusnya dijadikan patokan dalam memilih istri, yang saya soroti di sini adalah para ikhwan yang terkadang memiliki banyak sekali kreteria yang bahkan tidak ada tuntunannya dalam Islam. Semoga segera bertemu dengan sang Pasangan sejati…

4. gokimhock - Maret 30, 2008

Nikah, gue berani.

5. gokimhock - April 3, 2008

Kalo sudah menikah, nikah lagi. Jadi raja sehari oy..

6. Samsurijal - April 19, 2008

Sebenarnya saya bukanlah sesuatu yang sempurnah. Semoga dengan adanya kriteria yang saya buat dapat menjadikan saya lebih dekat dengan-Nya. Amin..

7. moh.. - April 23, 2008

HAHAHAhahaa…..

8. akh Pe - Mei 6, 2008

wah ada buku baghus tentang pernikahan..nih http://al-ilmu.com/books/detail.php?id=1283
mogha yang mo nikah lebih semangat belajar!!!

9. "hamba allah" - Mei 8, 2008

Petunjuk ketika Rasulullah masih hidup adalah Beliau dan Al – Qur’an…Dan ketika beliau wafat, yang ada hanyalah 4, salah satunya adalah Al – Hadist….

Ketika ikhwan tidak datang menjemput dan ahwat dalam penantian…mengapa tidak ahwat saja yang mencoba untuk menjemput “prajurit – prajurit Allah” untuk mendampinginya dalam suka dan duka?

Jikalau menolak dengan alasan “budaya timur” ataupun tidak pantas ataupun rendah dan seribu satu alasan….Berarti “calon bidadari surga” telah melecehkan istri Rasulullah (Siti Khadijah RA) yang dalam kisahnya adalah ………

Ada novel bagus buat dibaca nich mbak, di kirim ke WAMIKA dengan alamat-nya apa yaach…(Novel dakwah dan penuh ilmu plus gratis!)

10. AMAD - Juni 23, 2009

Mungkin ikhwan skrg banyak belajar dari pengalaman orang2.trlalu buru2 menikah dpt mengorbankan study..padahal kl manajemen waktunya bagus,sebenarnya itu bukan penghalang.