Special Present April 21, 2008
Posted by shasha in Curhat.trackback
17 April 2008, Pukul 22.00
Hatiku gelisah, tiba-tiba rasa kangen yang sangat menyusupi dalam hati… Sudah beberapa hari suami ku tidak menelpon bahkan sekedar berkirim sms, bukan dia tidak mau atau lupa pada kami, namun Hpnya tertinggal di rumah ketika senin kemarin dia pergi bekerja ke Balikpapan. Kangeeen… biasanya setiap malam kami bisa mendengar suaranya, walau sekedar mengucapkan selamat tidur. Beberapa saat aku sempat menangis sesegukan karna tak tak kuasa menahan rasa kangen ini, namun segera ku usap air mata, teringat pesan suamiku untuk selalu sabar dalam setiap kondisi, dan tak boleh bersedih jika harus ditinggal untuk mencari nafkah di kota seberang. Berusaha kutenangkan diri dengan berdoa, moga suamiku disana diberi kesehatan, kesabaran dan kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaannya dan dapat segera pulang menemui kami. Kuambil air wudhu, lalu kuputar murottal, suara Syeikh Sa’ad Al Ghomidi mengalir lembut memenuhi ruangan, dan membawa ketenangan di hatiku. Sambil berbaring kupejamkan mata dan berharap segera terlelap dan terbawa mimpi…
Ternyata kerinduanku terbawa mimpi, dalam mimpi aku masih berharap suamiku menelpon kami, sekedar mengurai rindu yang terlanjur menyusup. Diantara sadarku, tiba-tiba terdengar suara HP di sampingku.. setengah sadar kubuka Hpku, di ID pemanggil kelihat sebuah foto lelaki tampan yang sedang tersenyum manis, ku tekan tombol “Accept”, kuucapkan salam..
Assalamu’alaikum…
Wa’alaikumsalam…
Selamat ulang tahun sayangku…
Hemm…
Kulihat jam di Hpku, jam 00.00 tanggal 18 April 2008..
Ternyata hari telah berganti, membawa hari baru yang semoga selalu penuh keberkahan…
Suamiku sengaja menunggu jam 12 malam, dan meminjam HP temannya untuk menelpon dan mengucapkan selamat ulang tahun buatku, “Abi mau jadi yang pertama ngucapin selamat buat Ummi” begitu kata suamiku.
Aku senang, bahagia… dan kurasa cinta itu makin kuat menjerat hatiku.
“ Ummi mau hadiah apa?” kata suamiku lembut
“Abi..” Jawabku
Sebenarnya aku hanya ingin engkau berada di sini, di sisiku, wahai suamiku…
“Bi, tolong doakan ummi bisa menjadi istri yang sholehah dan bisa menjadi bidadari Abi dunia dan akhirat”. Pintaku padanya.
Tapi, sungguh aku merasa ulang tahun kali ini aku mendapat hadiah yang paling berharga, hadiah yang harus aku usahakan sendiri untuk mendapatkannya, setidaknya mendapat level yang lebih tinggi. Hari-hari yang kadang terasa berat ketika harus kujalani sendiri…
Hadiah itu adalah “kesabaran”. Ya, walau hadiah itu belum sempurna namun tiap detik aku terus berusaha menyempurnakannya…
Terimakasih suamiku… bersamamu, kuharap sabar dan syukur lah yang menjadi pakaianku…
Tolong selalu ingatkan Ummi ya, Abi… ketika ego mulai mengoyak kesabaran yang senantiasa berusaha kita jaga…
Pesan Moral
:
û Kasih sayang dalam keluarga tak akan kokoh hanya dengan gelimpang harta, namun ia akan tumbuh dan mekar dengan perhatian dan kasih tulus yang anda berikan untuk pasangan anda.
û Kesabaran itu merupakan hadiah berharga, yang hanya akan di dapatkan oleh Hamba-hamba yang senantiasa berusaha keras untuk mendapatkannya.
û Kesabaran itu akarnya pahit namun buahnya pasti sangat manis, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung sehingga dapat merasakan kelezatan buahnya, Aamiin..

Bismillah
Buat JePe, jangan sampai 2 minggu loh perginya…. ntar bisa2 seperti Reiser.. anaknya ampe takut ama bapaknya, karena ngga kenal…
Naudzubillahi min dzalik
Buat Aisy, Kalo bisa pindah aja ke Bpp. hehehehhehhe….
Barakallah fiikum
Lupa mulu…
Prasaan, bukan sekali ini deh HP lupa/ktinggalan
To : hyorinmaru
Ya.. gitu deh Akh…, dari dulu emang pelupa, jadi kalo sekarang komplain, katanya “Lho dari sebelum nikah kan udah tau kalo saya pelupa, kenapa masih mau jadi istri, resiko..” Ya, jadi nikmati aza setiap kondisi dengan sabar dan syukur…
Loh, kok?!
comment kemaren pergi kemana yach ??!
Ketik ulang comment yang ilang:
To : Hyonmaru
Jangan terlalu lama “bersabar” ayo buruan tunaikan kewajiban.. he..
To: JePe
Saya, bersabar nunggu blog antum, kok ngga update2 yach ..hmm..
To : Mas Mada
Pengennya sih ikut ke Balikpapan secepatnya, cuma untuk saat ini masih ada beberapa faktor yang menghalangi, Insya Allah setelah junior lahir, kami ikut ke Balikpapan, atau kalau ada rezeki di Grogot, Abinya yang pindah ke Grogot. Mohon doanya aza, ya Akh…
Oya, blognya ga di update, karena lagi sibuk banget, ngurusin proyek di Penajam, harap maklum
@ Mada R.P:
Aduh, jgn gtu dunk. Jd ga sabar nich…
Wah beda emang pembicaraan orang orang ‘berumur’…
@ ais
Wah mesra nya sampe ke jogja, mbikin hyo gag sabar pengen cari pendamping.
@hyo
Ayo semangat!
@mada
Wah kalo pindah ke bpp ntar pada arisan terus dah… Fufufufu…
“Aku senang, bahagia… dan kurasa cinta itu makin kuat menjerat hatiku.”
bukannya dari dulu mba, waktu kuliah juga udah keliatan ko…
cuma ko pinter banget nyembunyikannya mba, kasih tipsnya dong
soale lagi ada mau aq deketin nih mba, anak wamika …wakkakaka…
biar ga keliatan banget gitu kayak mba aisy dulu …
wakakkaka…