Aisyah

Merangkai Kata Mengukir Cinta

Menikah dengan Akhwat Satu Kampus

Suatu hari di teras sebuah Masjid, usai melakukan musyawarah LDK, berkumpullah beberapa ikhwan yang berasal dari berbagai kampus, sekedar bersantai dan berbincang-bincang tentang berbagai hal. Sebut saja mereka Yusuf, Ahmad, Muis dan Rahman. Ketika sedang asyik-asyiknya berbincang sambil menikmati angin yang berkembus sepoi, tiba-tiba datanglah Harun, rekan mereka.

“Assalamu’alaikum…” Sapa Harun

“Wa’alaikumsalam warahmatullah..” Yang lain menjawab serempak…

” Ana bawa berita baru nih..” Tanpa basa-basi Harun langsung menyampaikan kabar.

” Berita apa, akh’ Harun..?” tanya yusuf penasaran, tatapan ikhwan yang lain semua tertuju pada Harun, sang pembawa berita, dengan tatapan penasaran.

” Sudah, dengar belum “fatwa” terbaru dari pengurus LDK Pusat?” Kata Harun.

” Ana, belum dengar, memangnya apa isinya?” Tanya Rahman penasaran, sebagai wakil dari kampusnya dia merasa harus tau berita-berita baru untuk disebarkan ke teman-teman lain.

Ikhwan yang lain juga menggeleng, masih dengan rasa penasaran…

” Semua Ikhwan, dilarang untuk menikahi akhwat satu kampus…” Jawab Harun, dengan sedikit senyum…

Kontan saja, hal itu mengundang berbagai reaksi dari ikhwan lain.

” Lho, memangnya kenapa tidak boleh, kita kan berhak menikahi akhwat manapun yang kita mau!” Seru Muis sedikit kaget.

” Iya, lagian kalo satu kampus, apalagi sering kerja bareng, sedikit banyaknya udah tau pribadi akhwat tersebut, kalau memang layak dijadikan calon istri kenapa nggak?” Kata Akhmad tak mau kalah.

” Iya, sih ada betulnya, tapi mungkin maksud larangan tersebut untuk tujuan pelebaran ladang dakwah..” Yusuf sedikit menenangkan ikhwan-ikwan lain.

” Ah, tapi kan terdengar sedikit aneh, lagi pula ana sudah ta’aruf dengan akhwat satu kampus, dan Insya Allah sebentar lagi akan melamar ke orang tuanya.” Seru Rahman gusar.
“Tenang-tenang…!” Sahut Harun mencoba menenangkan ikhwan lain, yang mulai gundah dengan berita yang dibawanya.

“Biar ana jelaskan dulu maksudnya, bukankah dalam syariat Islam walaupun diperbolehkan untuk berpoligami, maksimal 4 orang istri, nah kalau akhwat satu kampus ada berapa ribu tuh.., tentu saja kita dilarang untuk menikah dengan akhwat satu kampus, tapi kalau cuma satu atau empat orang sih, nggak masalah asal sanggup…” Jelas Harun panjang lebar, sambil tersenyum.

” Huuuuuuuuuuu…” serentak ikhwan-ikhwan lain berseru kesal sambil menarik nafas lega…

Ada-ada saja pikir mereka..

Iklan

3 Komentar

  1. Suer… Lucu banget!

  2. gokimhock

    Menikah? 4 ?
    1, 2, 3, 4 = 10

  3. assalamualaikum wr wb boleh kenalan gak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: