Aisyah

Merangkai Kata Mengukir Cinta

Rindu Tak Sekedar Rasa

Rindu Tak Sekedar Rasa

 

Dalam kepekatan berbalut kelamnya malam

Disepertiga waktu yang menyusup syahdu

Menata rasa yang terasa menyesak di dada

Menghentak, mengharap bertemu tanpa retak

Tertatih merintih mengarap kasih

Ya Nabi salam alaikaa

Ya Rosul salam alaikaa

Ya Habiib salam alaikaa

Sholawatulloh alaikaa

Melantun pelan seiring sedu sedan

Rindu membuncah memecah kalbu

Yang telah lama tersimpan rapi dalam peti hati

Tak pernah sepi apalagi mati

Pada sosok yang mulia dan agung, Sang Rasul sejati

Malam menjelang, rindu membayang

Pagi datang rindu tak jua hilang

Siang terik rindu makin menjulang

Gerusan  usia tak membuatnya lekang

Rindu tak sekedar rasa

Rindu tak sekedar kata

Rindu berbalut sejuta makna

Rindu menjadikan diri ingin dicinta

Rindu ingin berada dalam barisan ummatnya

Menambat rindu pada sunnahnya

Mengikuti torehan jejak langkahnya

Berpegang teguh pada tali ajarannya

Rindu menjadi cambuk agar tetap pada tuntunannya

Percuma mengaku cinta jika hanya kamuflase jiwa

Percuma mengaku rindu jika tak sesuai berperilaku

Ingin kubuktikan rindu dan cinta

Pada selaksa suka duka dunia

Berharap di ujung perjalanan nanti

Bertemu dengan kekasih hati

Syafa’atnya pun menjadi rahmat

Dambaan seluruh ummat di akhirat kelak

Tunggu aku wahai Rasulku Muhammad…

Walau tertatih mengukir jejak,

Namun kerinduan akan syafa’at-Mu adalah mutlak.

Bumi Allah, 09 Februari 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: