Aisyah

Merangkai Kata Mengukir Cinta

Kota Kecil yang Bersolek

Tulisan ini diikutkan lomba 8 Minggu ngeblog yang diadakan oleh komunitas Anging Mamiri minggu kedua dengan tema “Rasa Lokal”.

Seperti saya tulis di edisi sebelumnya, saya tinggal di pelosok pulau Kalimantan. Tepatnya di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kali ini saya akan menulis tentang kotaku tercinta. Tanah Grogot yang kini berubah nama menjadi Tana Paser adalah ibukota kabupaten Paser, kota kecil yang mulai bersolek dengan pembangunan berbagai infrastrukturnya, seperti taman kota, dan jembatan megah. Kabupaten Paser terdiri dari 10 kecamatan, yang merupakan daerah perbatasan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan.

Suku asli di Kabupaten Paser adalah suku (dayak) Paser, namun populasi suku pendatang menurutku lebih mendominasi daripada suku asli. Kalau aku melihat secara global suku Bugis adalah suku pendatang terbanyak, disusul suku Banjar dan suku Jawa. Bahkan kakek nenekku berdarah Bugis namun sudah turun temurun lahir dan besar di daerah ini. Suku Bugis Wajo ternyata menurut sejarah telah lama datang ke daerah ini yaitu sekitar abad 17-18 M. Umumnya bermukim di sekitar pinggir sungai Kandilo yang merupakan urat nadi daerah ini. Atau tinggal dipesisir laut dan berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan suku Banjar datang ke daerah ini untuk berniaga, karena memang secara geografis kabupaten paser berbatasan dengan Kalimantan selatan atau daerah asal suku Banjar. Sedangkan suku Jawa biasanya adalah trasmigran, yang membuka lahan pertanian atau kebun sawit di daerah ini. Satu yang unik menurut pengamatanku dalam dunia perdagangan di daerah ini, yaitu pedagang ikan atau hasil laut didominasi oleh suku Bugis, pedagang pakaian dan elektronik didominasi oleh suku Banjar, sedangkan pedagang sayur-mayur atau hasil pertanian didominasi oleh suku Jawa.

Ada beberapa jenis buah-buahan yang ada di daerah ini tapi tidak umum di tempat lain, seperti buah paken, rambai, langsat, cempedak. Buah paken penampakan luarnya menyerupai durian, besar dan berduri namun yang membedakan dari adalah isinya, tidak beraroma tajam seperti durian dan teksturnya juga lebih keras dibanding durian. Saya pribadi lebih suka buah paken dari pada buah durian yang beraroma tajam. Buah rambai mirip seperti buah langsat tapi tekturnya lebih berair dari buah langsat. Kalau buah cempedak mungkin keluarga jauhnya buah nangka,karena kulitnya hampir serupa tapi isinya kecil-kecil dan banyak, biasanya buah ini bisa dimakan langsung atau dijadikan cemilan, dicampur dengan adonan tepung kemudian digoreng, dimakan hangat-hangat dengan teh manis, sungguh nikmat… hehehe.

Sebenarnya saya juga tidak tahu makanan khas daerah ini, mungkin karena banyaknya suku pendatang dengan membawa budaya termasuk makanan khasnya masing-masing sehingga ciri khas daerah ini kurang terlihat, terlebih dalam hal makanan. Disini ada coto Makassar, ada soto lamongan, pecel madiun, ada soto banjar, ketupat kandangan, bahkan kerak telor khas betawi pun ada di sini. Tapi jika orang dari luar kabupaten berkunjung ke sini, pasti mencari madu asli dan ikan asin atau ikan kering. Madu memang kerap dicari untuk oleh-oleh. Terutama madu asli dari hutan Kalimantan, mungkin karena daerah ini masih terdapat banyak daerah hutan-hutan yang lebat. Harga madu perbotol pun bervariasi tergantung tingkat keasliannya, tapi untuk mendapat madu asli pun harus selektif karena bisa saja ada oknum yang menjual madu “palsu” dengan harga mahal. Sedangkan ikan asin sendiri banyak di produksi di daerah pesisir dan dipasarkan ke ibukota kabupaten. Ikan asin di sini mungkin special karena biasanya diolah dari ikan berdaging tebal dan besar. Saya sering kali membawa oleh-oleh atau mengirimi mertua di Yogya ikan asin ini, mereka sangat suka, karena di sana ikan asin susah di dapat dan harganya pun mahal.

Di pusat kota terdapat taman yang biasanya dipadati warga yang ingin bersantai di sore hari terlebih di akhir pekan. Taman kota ini dibuat memanjang sepanjang sekitar 300 meter di tepi sungai kandilo.

Taman di tepi Sungai Kandilo

Taman di tepi Sungai Kandilo

Nampang di tepi sungai Kandilo

Nampang di tepi sungai Kandilo


Kelihatankan background sungai dan pemandangan asri di seberang sungai?

Kami sekeluarga pun sering menikmati suasana taman di sore hari, perahu-perahu kecil yang sesekali melintas menambah keindahan sungai Kandilo ini.

Tak jauh dari tepi sungai Kandilo terdapat juga Taman Putri Saleha, anak saya biasa menyebutnya dengan “Bunga Besar” karena di tengah taman memang terdapat replika bunga yang cukup besar.

Nampang di Taman Putri Saleha

Nampang di Taman Putri Saleha

DSC00579

Jembatan megah kini telah dibangun melintasi sungai ini, dari pusat kota menuju desa seberang yaitu desa Sungai Periuk. Nggak sempat moto sendiri jadi pinjam foto dari website sebelah.

Jembatan yang melintasi sungai Kandilo

Jembatan yang melintasi sungai Kandilo

Di kotaku juga terdapat Masjid megah kebanggaan kami, yang diberi nama Masjid Agung Nurul Falah.

Masjid Nurul Falah ketika malam hari

Masjid Nurul Falah ketika malam hari

Satu lagi tempat yang asyik di kotaku, yaitu Pondong yang terletak sekitar 15 Km dari Tanah Grogot. Dilokasi ini kita dapat menyaksikan keindahan panorama laut dan perkampungan nelayan. Kawasan ini akan dikembangkan menjadi kawasan wisata kuliner. Beberapa fasilitas yang sementara dibangun dilokasi ini antara lain Restoran Terapung, penginapan terapung yang dilengkapi dengan tempat pertemuan. Para pengunjung yang ingin menikmati keindahan panorama laut dapat menyewa perahu yang disediakan masyarakat setempat. jika berkunjung kesini tak lengkap rasanya jika tidak membeli krupuk ikan hasil olahan lokal atau membeli hasil tangkapan laut, biasanya masih segar dan harganya juga lebih murah.
Pondong

Nampang di Pondong

Nampang di Pondong

Oke, kawan ini cerita kotaku, mana ceritamu? 🙂
Terimakasih sudah berkunjung ke kota, walau hanya melalui kisah sederhana ini, hehehe…

Iklan

16 Komentar

  1. wuih… jembatan di waktu malamnya sangat bagus banget tuh…

    • ya… jembatannya memang terlihat bagus dan terbilang megah di daerah kami pak, apalagi biasanya jembatan yang ada di sini jembatan gantung, terbuat dari kayu yang jika dilewati berbunyi, kretek…kretek.. berisik 🙂

  2. nama tamannya bagus banget yah, taman putri saleha. semoga suatu saat bisa kesana 😉

  3. Pemandangannya bagus banget, iri (in positive way) kalau lihat pemandangan di luar Jakarta, seger-seger dan bagus. Sementara di Jakarta gersang dan panas

    • Nggak apa-apa mba, kerja di Jakarta, liburannya ke luar Jakarta, hehehe

  4. Wow, sungainya cantik kali. Saya ada teman kuliah tinggal di Paser juga. Cuma tepatnya di mana gak tau… 😀

    • Sungainya memang cantik, apalagi lagi bersolek, dengan jembatan, taman dan lampunya. 🙂
      Kuliah di kota mana dulu Pak? Pemuda/i sini banyak yang kuliah di Yogya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin, daerah lain juga ada sih.

  5. Jadi pingin ke Tanah Grogot 🙂
    Iya, di Kalimantan banyak orang Bugis ya.
    Orang Wajo memang perantau 🙂

    • Aisyah Prastiyo

      Ayoo mba, main kesini… ada keuarganya kan? sekalian mampir ke rumah saya, hehehe. Kalau pas musim rambutan, boleh makan sepuasnya deh… hehehe.

  6. Pas dengan judulnya. Tidak nyangka, kalau kotanya masih masuk kategori kota kecil. fasilitas umumnya lengkap dan megah.heheh

    • Aisyah Prastiyo

      Baru berkembang sejak otonomi daerah Mba, hehehe, ditambah Bapak Bupati yang pro rakyat. 🙂

  7. Bunda Imma

    ukhti…duh cantiknya tanah Grogot. Pingin banget bs menginjakkan kaki di kalimantan..
    doakan smg bisa main ke sana ya mbk&bertemu dengan keluarga mbk Aisyah…

    • Aisyah Prastiyo

      Aamiin… semoga ya mba, minimal udah ketemu saya sekeluarga di dunia maya ini, hehehe… Bunda Imma tinggal di mana?

  8. Waktu main ke rumah teman di Balikpapan, disuguhkan cempedak yang digoreng pake tepung. Rasanya………………..enak
    #timpencintanangka
    😀

    • Aisyah Prastiyo

      Mba berkunjung disaat yang tepat tuh, pas musim cempedak… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: