Aisyah

Merangkai Kata Mengukir Cinta

Birunya Laut dan Langit

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba 8 Minggu menulis Blog yang diselenggarakan oleh Anging Mamiri yang kini telah memasuki Minggu ke-empat.

Warna… kali ini kita bicara warna. Mungkin di mulai dengan warna favorite. Saya menyukai warna hijau dan biru. Menikah dengan suami yang menyukai warna hitam biru, karena tim sepakbola favoritenya adalah Intermilan. Jadi berkembanglah kesukaan saya terhadap warna biru.

Ketika kehamilan putra pertama, saya sangat menyukai warna biru. Maka saya membeli semua assesoris bayi berwarna biru, bak mandi, perlak, jaket, baju bayi, popok, sampai kasur gulung untuk alas melahirkan saya juga memilih warna biru. Tapi proses persalinan tidak berjalan dengan lancar. Kaena his yang lemah, maka kepala bayi lama terjepit lumayan lama di jalan lahir, dan sempat tertelan air ketuban. Begitu bayi keluar, tidak ada suara tangis sedikitpun, dengan wajah yang ssudah mulai membiru. Kami semua khawatir, syukurlah para bidan bertindak sigap. Berusaha menyedot cairan yang tertelan dengan bantuan alat dan dengan manual mengoyak-oyak punggungnya. Alhamdulillah tak sampai 10 menit tangisnya pecah, hatiku plog dan lega seketika. Adik sepupuku berkomentar “kakak sih suka banget dengan warna biru, jadi bayinya lahir wajahnya juga biru.” Sekarang saya bisa tertawa mendengar candaan itu, karena Alhamdulillah si bayi kini sudah tumbuh besar dan berusia 5 tahun.

Satu lagi yang membuat saya menyukai warna biru karena warna langit dan warna laut sama-sama biru.

“Aku tak ingin kita seperti matahari dan rembulan saling berkejaran ingin bertemu. Kuingin kita laksana langit dan laut yang saling menatap dan memberi warna, dan bertemu pada sebuah garis horizon.”

Laut dan Langit berbagi warna Biru

Laut dan Langit berbagi warna Biru


Gambar berasal dari SINI
Entah mengapa senang banget berada di tepi pantai memandang hamparan laut yang bertemu dengan hamparan langit biru di sebuah garis horizon. Rasanya tenang, nyaman dan lapang. Jika kangen dengan pemandangan itu, aku akhirnya cuma memandang lagit biru dengan hiasan awan putih. Bahkan seringkali mengabadikan pemandangna langit biru dengan kamera HP. Suka banget dengan birunya.

Tapi untuk pakaian aku lebih senang warna hijau dari pada biru, karena mungkin hijau terlihat lebih soft dari pada biru. Warna biru dan hijau tetaplah mendomiasi barang-barang pribadi bahkan kini pakaian dan assesoris anak-anakku. Dinding kamar kami memilih hijau, lebih nyaman dipandang.

Tapi putriku Husna (2,8 tahun), jika disuruh memilih pakaian atau assesorisnya sendiri, ia lebih memilih warna pink. Biar saja, aku tak pernah memintanya mengganti pilihannya dengan warna kesukaanku. Hidup akan lebih bermakna dengan banyak warna kan?

Sebenarnya bagiku kata WARNA tak hanya sekedar untuk membedakan hitam, putih, biru, hijau, kuning, ungu, dll. Bagiku kata WARNA juga berarti perbedaan. dan aku tak pernah anti dengan perbedaan, karena bagiku perbedaan justru memperkaya wawasan.

Aku masih ingat ketika aku belum kuliah, kukira suku hanya Banjar, Bugis, Paser dan JAwa, suku-suku yang ada di daerahku. Namun ketika kuliah di Yogyakarta yang terkenal dengan Kota Pelajar, yang tentunya banyak mahasiswa dari seluruh nusantara bertemu di sana.aku baru tahu ada orang Medan yang memiliki ciri khas dalam logat dan suara yang biasanya keras. Ada orang Palembang yang berkulit putih dan agak sipit dan bahasanya juga terdengar baru di telingaku. Ada orang Kupang dengan ciri khaanya juga. Ada pula orang Manado yang baruku tahu berkulit sangat putih. Aku senang bergaul dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah tersebut banyak warna yang bisa kita bagi, dan membuat kami menyadari berapa kaya dan beragamnya Indonesia.

Tapi aku punya prinsif dalam lingukungan dan pergaulan : Aku tak ingin terwarnai, jika bisa malah mewarnai. Ya artinya jika sudah memilih “warna” yang benar jangan sampai terwarnai dengan warna-warna tak baik dari lingkungan yang kurang baik. Ya, namanya mahasiswa perantau jauh dari orangtua. Sulit untuk menjaga diri dari lingkungan dan pergaulan yang tidak baik seperti narkoba dan pergaulan bebas. Maka aku berusaha mencari warna baik, karena tak ingin terperosok ke dalam dunia kelam yang hanya membawa kesengsaraan dan penyesalan.

Alhamdulillah, selama 5 tahunku di Yogyakarta, aku mendapat warna-warna yang indah, laksana pelangi yang membuat hidupku jauh lebih bermakna. Terimakasih teman-teman yang sudah berbagi ilmu dan saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan. I Love You All, because Allah…

Iklan

15 Komentar

  1. Aku tak ingin terwarnai, jika bisa malah mewarnai <———- saya suka kalimat ini

    • Makasih Mba… yuk mari… mewarnai dalam kebaikan 😉

  2. biru yang paling saya sukai adalah biru langit mba, anak saya laki-laki juga didandaninnya biru semua hehe. salam kenal mba

    • Salam kenal juga Mba…, sama-sama suka birunya langit ya 🙂

      • iya mba 😀

  3. samaa… aku juga suka biru untuk pernak-pernik,, tapi klo untuk baju rasanya kok aku kurang cocok :p

    • Hehehe… sama, mungkin nggak Pede ya. Mungkin karena biru milik langit jadi nggak PeDe buat nyaingin langit, 🙂

  4. wah..warna biru banyak yang menyukai juga, tapi ternyata ibu dan anak pun beda warnanya, dan alhamdulillah bukan masalah, biru itu bisa bermakna menjadi kedewasaan, coba lihat kenapa langit biru?, artinya warna biru diberi tempat tinggi di atas. wow..,
    Dan tak bisa dipungkiri warna lain juga ada, maka disinilah bijak bermain agar warna2 itu semua adalah warna kemeriahan hidup, make this life is so Happy…very happy.. 🙂

    salam..

  5. Perbedaan membuat hidup lebih berwarna ya Pak, yang penting happy 🙂
    Tapi langit kota Tanah grogot, sedang kelabu, menampung berton-ton air, untuk di bagi pada bumi agar hijau dan bunga berwarna-warni dapat tumbuh. 😉

  6. pia

    sweet, mbak postingannya. Kayaknya kepribadiannya lembut banget.
    eniwei, temennya Yuan ya? Dunia kecil ya 😉

    • Aisyah Prastiyo

      Makasih… sama-sama penggemar biru kan? *tadi ngintip Blognya 🙂
      Pia… Pia… pantas rasanya peranh baca nama itu, mungkin di blognya Yuan ya 🙂
      Saya Mbak-nya Yuan, hehehe Mbak ketemu gede.
      Ya, dunia makin kecil dengan adanya Internet, mungkin dunia cuma selebar layar laptop, hihihihi…
      Salm kenal ya 🙂

  7. suka banget biru yah mbak ^.^ aku juga sukaaa…biru mudaaaa…
    salam kenaal ^.^

    • Aisyah Prastiyo

      Kompak dulu Mba Ranny…. 😉
      Salam kenal juga, Alhamdulillah jadi banyak teman 🙂

  8. posting ini pun memperkuat dugaan kalo kakak penggemar warna biru #lirik background blognya

    • Aisyah Prastiyo

      Hehehehe… sudah ketebak dari awal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: