Aisyah

Merangkai Kata Mengukir Cinta

Gadget Oh Gadget….

Tulisan ini yang diikutkan dalam lomba #8MingguNgeblog yang diselenggarakan oleh Anging Mamiri yang kini telah memasuki minggu ke-6 dengan tema “Dua Sisi”.

Teknologi, dewasa ini tentu tak dapat dipisahkan dengan keseharian kita. Sebut saja televisi, komputer/laptop, tablet, handphone, dll. Dan tak dipungkiri kami sekeluarga pun tak asing dengan hal-hal tersebut.

sumber : fitri9b2013.blogspot.com

sumber : fitri9b2013.blogspot.com

Saya kemudian membandingkan diri saya dengan anak-anak saya. Dulu ketika saya kecil jangankan handphone dan laptop, televisi saja orangtua saya tak punya, jika ingin menonton saya harus ke rumah nenek, itupun televisi hitam putih. Punya televisi sendiri ketika sudah beranjak remaja. Saya mengenal handphone dan memilikinya tahun ke-2 kuliah, itupun HP monochrome, yang hanya bisa telpon dan sms, tak ada kamera dan fasilitas canggih lainnya. Komputer pun dulu hanya Pentium 3 yang kapasitas harddisknya hanya 4 GB yang kumiliki ketika menggarap skripsiku dulu. (Sekarang flashdisk saja banyak yang memiliki kapasitas jauh lebih besar)

Sumber : fritzimmanuel.wordpress.com

Sumber : fritzimmanuel.wordpress.com

Kulihat putra putriku, sudah tak asing dengan Hp, mengambil fhoto bahkan merekam video menggunakan HP. Menonton upin-upin dan bermain bobby bola di laptop, bahkan mengetik di Microsoft Word. Tak asing dengan aplikasi-aplikasi android, seperti belajar membaca, mewarnai, bernyanyi dan games-games edukasi di tablet dan HP android.

Teknologi membawa perubahan besar ya? Saya belajar membaca menggunakan media kertas dan buku, Anak saya belajar melalui tablet dan laptop. Jika tak tahu sesuatu hal sangat surat mencari jawabannya, bolak-balik membaca buku juga belum tentu ketemu. Kalau sekarang tinggal tanya “Mbah Google”, berbagai pertanyaan bisa terjawab.
Tapi teknologi dan kemajuan zaman tentu membawa dua sisi, positif dan negatif.
Positifnya, banyak kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi. Jika dulu berkirim kabar hanya bisa melalui surat atau telegram. Kini ada telpon bahkan HP yang seolah sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa dipisahkan dari keseharian kita. Pesan dengan mudah dikirim, informasi penting dalam hitungan detik telah menyebar kepenjuru dunia. Dunia social media pun memberi banyak hal positif. Di sosmed silaturahim dengan keluarga tau teman-teman lama bisa tersambung kembali. Bahkan tak hanya teman lama teman barupun kian bertambah, mungkin tak pernah bertatap muka langsung, namun hubungan di dunia maya terasa begitu dekat. Banyak pula bisnis online yang menjamur, memberi lapangan kerja dan penghasilan bagi banyak orang. Belum lagi komunitas-komunitas hobby yang memberdayakan dan mengembangkan banyak kemampuan yang terpendam.

Sisi Negatifnya, terkadang mendekatkan yang jauh namun sekaligus menjauhkan yang dekat. Lihat saya pasangan suami istri yang sangat aktif di dunia social media, berkicau dan berbagi status dengan teman-teman di penjuru dunia, namun mungkin lupa tersenyum dan menyapa mesra pasangannya. Duduk bersisian namun sibuk dengan gadget masing-masing. Dekat secara fisik namun hati berlahan mulai melangkah menjauh, miris kan?

Sumber : efllecturer.blogspot.com

Sumber : efllecturer.blogspot.com

Begitulah dalam semua sisi kehidupan pasti membawa efek negatif dan positif. Maka dituntut kedewasaan kita dalam menyikapi setiap hal, untuk memaksimalkan efek positif dan meminimalkan pengaruh negatifnya.

Saya pun berusaha memahami bahwa kualitas sebuah kebersamaan membawa pengaruh positif bagi sebuah hubungan. Demikian juga hubungan orangtua dan anak. Saya tak ingin mengaku membersamai anak, berada tepat disisinya, namun sibuk dengan gadget di genggaman, atau sibuk membolak-balik majalah, atau mata fokus pada tayangan televisi. Bukan seperti itu arti sebuah kebersamaan yang berkualitaskan.

Sumber : violetrosestory.blogspot.com

Sumber : violetrosestory.blogspot.com

Ketika saya sedang “khusyu” bercengrama dengan HP, Yahya bertanya, “Mi lagi pesbuk-an ya?”
Hemm… kutatap wajahnya, kutatap layar Hp lalu tersenyum, “Nggak… kenapa Nak? Yahya mau Ummi bacakan cerita?”
“Mau…mau…” serunya lantang dengan raut wajah gembira.
“Yuk panggil dede Husna, dan ambil tabletnya ya, kemarinkan Abi baru installkan dongeng.”
“Iya Mi…., Usna ayo sini Ummi mau bacain cerita.”
Sang adik pun menghampiri dengan wajah senang dan duduk manis di sisiku.

Saya pun mulai intropeksi diri. Berusaha memaksimalkan waktu di rumah untuk anak-anak. Biasanya saya jarang sekali menulis (mengetik) di rumah, seringkali memanfaatkan waktu luang di kantor. Atau kalau memang sedang mengejar deadline, saya memilih ketika anak-anak sudah tidur. Facebook-an dan browsing pun tidak di rumah. Saya berupaya agar tak kecanduan gadget, dan dapat dengan bijak memanfaatkan teknologi yang satu ini.
Facebook-an, ngeblog atau browsing masih bisa lain waktu, namun membersamai tumbuh kembang sang buah hati hanya terjadi sekali seumur hidup saat periode emasnya kan? Dan apa yang orang tua lakukan saat ini akan anak kenang dan membawa pengaruh seumur hidupnya, betulkan?

Apa yang kita tanam saat ini, akan kita tuai suatu hari nanti, so apa lagi yang harus kita tanam selain kebaikan untuk diri sendiri, pasangan dan buah hati?

Sumber : azmanganu.blogspot.com

Sumber : azmanganu.blogspot.com

Iklan

4 Komentar

  1. Saya kenal HP saat sudah nikah, tahun 99 apa 2000 monochrome juga, punya suami pula 🙂 Sekarang zaman canggih ya mbak, ada dua sisinya pula seperti belati bermata dua 🙂

  2. Aisyah Prastiyo

    Iya, harus pandai-pandai menjaga diri dan buah hati, agar tidak terpengaruh hal-hal negatif yang dibawa oleh teknologi Mba. apalagi kalau ortunya juga maniak dan nggak bisa lepas dari teknologi:-D

  3. benar sekali mb… sbg ortu mmg shrsnya kitalah yg hrs bisa mengendalikan tekhnologi bkan sebaliknya… thx utk postingannya !

    • Aisyah Prastiyo

      Terimakasih juga atas kunjungannya. Tulisan ini juga sebagai pengigat kalau suatu saat saya khilaf dan terlupa, namanya juga manusia;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: