Aisyah

Merangkai Kata Mengukir Cinta

Komunitas Perlukah?

Kali ini  #8MingguNgeblog yang diadakan oleh Anging Mamiri telah memasuki minggu kedelapan, dengan tema Komunitas Ideal.  Berarti sudah memasuki minggu terakhir ya? Ya, segala sesuatu itu pasti ada awal dan ada akhirnya.

Sumber : proyeknulisbukubareng.com
Sumber : proyeknulisbukubareng.com

Pada dasarnya setiap manusia adalah makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain dan tak bisa hidup menyendiri. (jadi ingat pelajaran PPKn zaman sekolah dulu) sehebat dan sekaya apapun orang tersebut pasti membutuhkan orang lain, begitulah sunatullah dalam kehidupan ini.

 

Namun jujur saja saya bukan tipe orang yang supel dan mudah bergaul, jadi mungkin tak pernah bisa eksis dalam komunitas. Satu-satunya organisasi yang bisa membuat saya betah dan all out berkecimpung di dalamnya adalah UKM WAMIKA, sebuah lembaga dakwah kampus yang ada di Kampus tempat saya menuntut ilmu. Saya serius aktif pun ketika mulai menjabat sebagai pengurus. Amanah, ya tanggung jawab atas sebuah amanah membuat saya totalitas memberi tenaga, waktu dan pikiran untuk organisasi tersebut. Rasa persaudaraan yang erat, rasa senasib sepenanggungan membuat kami makin solid.

 

Setelah lulus kuliah saya kembali kehilangan “komunitas”. Saat itu saya bekerja sebagai guru honor disebuah SMP Negeri. Hanya sebatas rekan kerja di kantor, mungkin karena saya junior, sedangkan guru-guru yang lain adalah senior bahkan sebagian besar dari beliau adalah guru saya ketika sekolah, membuat jarak yang tak bisa saya tembus.

 

2 tahun lalu ketika mulai rajin mencari info lomba, saya mulai bergabung dengan komunitas penulis, awalnya hanya sekedar persyaratan lomba, misalnya untuk mengikuti sebuah lomba menulis harus gabung di grup tertentu. Teman di FB pun melonjak karena ternyata banyak tergabung di komunitas yang sama. Ya, karena awalnya hanya untuk mengikuti lomba, jadi saya tidak terlalu aktif di kumunitas tersebut. Hanya ada beberapa yang saya sering kunjungi, seperti Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), Penulis Samara, Untuk Sahabat (UNSA), Ayo Menulis Buku (AMB) dan Tambah Asi Tambah Cinta.

IIDN UNSAAMB

Bagi saya komunitas di dunia maya, sudah ibarat rumah kedua. Tempat saling bertukar pikiran dan berbagi ilmu serta pengalaman. Walaupun saya bukan anggota yang terlalu aktif, saya hanya sering menjadi pembaca setia. Dan saya senang tergabung dalam komunitas-komunitas tersebut.

 

Menurut saya, lingkungan membawa pengaruh bagi pembentukan karakter manusia. Seseorang yang tumbuh dilingkungan yang baik Insya Allah juga akan menjadi baik, berbeda dengan seseorang yang jatuh kedalam pergaulan yang buruk tentu akan membawa pengaruh yang buruk juga bagi orang tersebut.

 

Dalam hal ini kita pun harus pandai-pandai memilih komunitas yang tepat. Bisa saja sebuah komunitas awalnya terlihat baik, namun ketika kita sudah masuk ternyata ada kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, misalnya minum-minuman keras, narkoba atau pergaulan bebas. Lebih baik cepat-cepat say goodbye dengan komunitas tersebut daripada kita jadi korbannya.

 

Maraknya genk-genk motor yang berperilaku negatif di jalan dan meresahkan warga, sebenarnya adalah bentuk dari sebuah komunitas yang salah kaprah. Sebagai gambaran jika ada seseorang yang berniat jahat tentu ia masih segan jika hanya sendirian, tapi ketika “niat jahat” itu terbentuk dalam sebuah komunitas, tak ada lagi yang mereka takuti, rasa super power telah menguasai, mereka merasa kuat dan berkuasa.

 

Saya tidak mendiskreditkan genk motor, banyak genk motor yang baik, memberi pengaruh dan membawa manfaat bagi masyarakat, seperti yang saya lihat pada tayangan Kick Andy beberapa waktu lalu. Namun seharusnya kita bisa lebih bijak memilih komunitas, atau jika sudah tergabung dengan komunitas berusahalah untuk membangun sebuah komunitas yang bermanfaat membawa kontribusi untuk perbaikan diri dan masyarakat sekitar.

Sumber : helmysuhendar.blogspot.com
Sumber : helmysuhendar.blogspot.com

Nah, kalau komunitas yang idela menurut saya adalah :

  • Mempunyai visi dan misi yang jelas.

  • Membawa dampak positif minimal bagi anggota komunitas tersebut dan manfaat bagi masyarakat.

  • Bisa mengakomodir keinginan-keinginan anggotanya selama masih dalam visi yang sama

  • Bisa merangkul semua anggota, sehingga tak ada yang merasa tersisih.

  • Setiap anggota  harus menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas.

  • Setiap anggota berkontribusi positif untuk kemajuan komunitas.

Nah kalau komunitas ideal bagi temna-teman seperti apa?

Iklan

14 Komentar

  1. Komunitas memang telah bermunculan di mana saja. Pintar-pintarnya kita melihat dan menilai komunitas yang tidak hanya baik, tapi bermanfaat bagi pribadi dan talenta kita. Jika berjalannya ternyata ada yang melenceng negatif, jangan sungkan katakan good bye.Hayooo, semangat berkomunitas Mbak!!!

    • Ya Mba, pandai-pandainya kita memilah dan memilih 😉 tetap semangat….!!!
      Makasih Mba.

  2. aih…aih…ternyata kita masih sama berkecimpung di komunitas yg sama ya… IIDN
    Jangan2 di FB kita blm saling kenal. Salam sama2 IIDN ya…
    Banyak komunitas yg msh sama dg visi misi sy, sampe bingung pilih yg mana. Alih2 dipilih semua, eh malah justru ga bs berkontribusi banyak dsana. Trmsk sy di IIDN,sy hny mampir2 saja,kalo ad yg menyebut nama sy baru deh sy pelototin. Hehehe….Maaf ya…

    • Hihihihi… ternyata satu komunitas ya Mba. Betul tuh Mba, saya juga belum bisa berkontribusi banyak, kebanyakan ikut komunitas, hehehe… Mau penjajakan nih, mana yang benar-benar clik di hati;-)

  3. Saya juga termasuk org yg tdk supel, tdk mudah bergaul. Karenanya saya memilih komunitas dunia maya, sepertinya enjoy di dunia baru ini 🙂

    • Teman-teman seruangan saya di kantor, Bapak-bapak semua. Kadang obrolannya nggak nyambung;-) jadi mereka pada ngobrol, saya asyik sendiri ngobrol di dunia maya 😉 yang penting enjoy dan bermanfaat ya Mba.

  4. pia

    Mulai banyak komunitas yang aneh2 sekarang, apalagi yang nyeleneh2-nyerempet2. Musti pinter2 jaga diri dan belajar memfilter @_@

    • Betul…betul….betul…. Kita harus punya kreteria jelas mana komunitas yang boleh dan harus ditinggalkan. 😉

  5. betul mbak.. kita ikut komunitas yg baik2 saja yaa

    • Setuju Mba, ikut yang baik semoga lebih berkah dan bermanfaat, aamiin.

  6. Openingnya kok mirip2 punyaku ya Mbak? Padahal baru kali ini baca tulisan ini…hehehe
    Mungkin isi kepala kita sama 😀

    • Saya baru baca postingan Mba. Sama yang bagian “pelajaran PPKn” Mba? hehehe. ya berarti kita sama-sama memperhatikan ketika pelajaran PPKn di sekolah dulu 😉

  7. keren artikelnya… memeng sebuah komunitas sangat penting didirikan… 😀

    • Terimakasih sudah berkunjung PakLek, salam kenal ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: